Selamat Datang

Selamat datang di rumah blog Anjar Gigih Dewanto. Nikmati suguhan dan layanan Blog saya.

Mulailah buka Jendela Anda

Bersama Blog Anjar Gigih Dewanto dapatkan informasi-informasi yang anda butuhkan.

Pelajari dan Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh

Mulailah Berfikir sejenak apa yang akan Anda Raih hari ini, esok, lusa, dan masa depan untuk Anda dengan membuat Planning yang rapi.

Buatlah Suasana Lebih Hidup

Bahagialah Orang yang anda cintai merasakan kesuksesan anda yang nyaman dan tentram.

Segera Wujudkan Impianmu

Banyak hal yang harus anda kerjakan mulai detik ini juga, Tetap Semangat, Tak Kenal Putus Asa , dan jangan lupa berdoa.. Pastikan Kesuksesan ada di depan Mata Anda .

www.ghivhie.blogspot.com

Wujudkan Sukses di Dunia dan Sukses di Akhirat.

Anjar Gigih Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H, Mohon Maaf Lahir Dan Batin.

Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

10 Langkah Menjemput Rezeki



Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menjemput rezeki. Berikut 10 langkah menjemput Rezeki:

1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)0

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7) 

Amalan-Amalan Sunnah di Hari Jum'at


Bismillahirrahmanirrahiim..
Amalan-amalan istimewa di hari Jum’at yang penuh berkah yang bisa dimanfaatkan oleh setiap muslim sebagai tabungan pahala baginya di hari kiamat.

Pertama:
Terlarang mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat dan siang harinya dengan berpuasa. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِى وَلاَ تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الأَيَّامِ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ فِى صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

Janganlah mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat tertentu dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at dengan berpuasa kecuali jika berpapasan dengan puasa yang mesti dikerjakan ketika itu.”[1]

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits ini menunjukkan dalil yang tegas dari pendapat mayoritas ulama Syafi’iyah dan yang sependapat dengan mereka mengenai dimakruhkannya mengerjakan puasa secara bersendirian pada hari Jum’at. Hal ini dikecualikan jika puasa tersebut adalah puasa yang berpapasan dengan kebiasaannya (seperti berpapasan dengan puasa Daud, puasa Arofah atau puasa sunnah lainnya, pen), ia berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya, berpapasan dengan puasa nadzarnya seperti ia bernadzar meminta kesembuhan dari penyakitnya. Maka pengecualian puasa ini tidak mengapa jika bertepatan dengan hari Jum’at dengan alasan hadits ini.”[2]

Kedua:
Ketika shalat Shubuh di hari Jum’at dianjurkan membaca Surat As Sajdah dan Surat Al Insan. Sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Hurairah, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقْرَأُ فِى الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِ (الم تَنْزِيلُ) فِى الرَّكْعَةِ الأُولَى وَفِى الثَّانِيَةِ ( هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alam Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuro” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.”[3]


Ketiga:
Memperbanyak shalawat Nabi di hari Jum’at
Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”[5]

Keempat:
Dianjurkan membaca Surat Al Kahfi
Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at”[6]. Dalam lafazh lainnya dikatakan,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah).”[7]

Juga dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ ثم قال : سبحانك اللهم وبحمدك لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك كتب في رق ، ثم طبع بطابع فلم يكسر إلى يوم القيامة

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi sebagaimana diturunkan, maka ia akan mendapatkan cahaya dari tempat ia berdiri hingga Mekkah. Barangsiapa membaca 10 akhir ayatnya, kemudian keluar Dajjal, maka ia tidak akan dikuasai. Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia ucapkan: Subhanakallahumma wa bi hamdika laa ilaha illa anta, astagh-firuka wa atuubu ilaik (Maha suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku senantiasa memohon ampun dan bertaubat pada-Mu), maka akan dicatat baginya dikertas dan dicetak sehingga tidak akan luntur hingga hari kiamat.”[8]

Dari hadits-hadits di atas menunjukkan dianjurkannya membaca surat Al Kahfi, bisa dilakukan pada malam Jum’at atau siang hari di hari Jum’at.

Kelima
Memperbanyak do’a di hari Jum’at
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.[9]

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:
هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”[10]. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:
يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”[11]. Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.

Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.[12]

Semoga bermanfaat

Sedekah Membuat Kaya

Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sepasang suami-istri itu merasa galau, gundah-gulana. Kekayaan berlimpah yang mereka miliki ternyata tidak membuat mereka merasa bahagia. Hati mereka senantiasa gelisah.

Suami istri inipun mengambil keputusan yang tergolong nekat. Mereka memberikan hampir semua hartanya untuk mereka sedekahkan di jalan Allah. Hanya satu tujuan mereka, ingin hidup tenang dan tidak terbelenggu dengan nikmat duniawi. Mobil dan beberapa harta berharga lain mereka jual dan mereka sedekahkan. Mereka tidak takut akan kelaparan karena mereka yakin Allah SWT pasti akan memberikan jalan terbaik.

Alih-alih harta berkurang, apalagi menjadi miskin, setelah bersedekah, suami-istri itu malah bertambah kaya. Hartanya bertambah, berlipat-lipat! Kini mereka mempunyai dua perusahaan besar. Perusahaan yang dulu dijual untuk disedekahkan, seakan-akan digantikan dengan dua perusahaan yang jauh lebih besar!

Kisah nyata suami-istri yang menolak disebut namanya itu hanyalah satu dari sekian kisah nyata hikmah dan berkah sedekah. Sangat banyak kisah serupa, menunjukkan bagaimana sedekah mengunduh berkah bertambahnya rezeki, kemuliaan, dan ketenangan jiwa. Jika kita "Googling" dengan kata kunci "sedekah", maka, puluhan, ratusan, bahkan ribuan tulisan berisi testimoni atau pengalaman nyata keberkahan sedekah pun muncul. Intinya, sedekah benar-benar mendatangkan rezeki berlipat (kekayaan).

Kita kian yakin, Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya, karena dalam ragam ayat dan hadist, Dia memang menjanjikan "pahala berlipat" bagi siapapun yang mendukung bersedekah, memberikan sebagian hartanya di jalan Allah, membantu kaum dhuafa, fakir-miskin, dan mendukung syiar dakwah dan jihad fi sabilillah. 

Sedekah disebut-Nya sebagai "pinjaman yang baik" dan pembayarannya berlipat ganda (QS. Al-Hadid:18).

Tidak hanya itu, berbagai ayat dan hadist juga menunjukkan, sedekah tidak hanya mengundang rezeki lebih banyak dan berkah, Tetapi juga membuat seseorang terhindar dari marabahaya atau bencana, kematian yang buruk, menjadi syafaat di akhirat kelak, dan banyak lagi.

Sedekah (bahasa arab: shodaqoh, shidqah) yang artinya memberikan sesuatu yang menyenangkan kepada orang lain secara sukarela (ikhlas) tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Secara bahasa, shodaqoh berasal dari kata shidq yang berarti "benar".

Sumber: Majalah Giving Insightedisi 1|mei 2012|Jumadil Akhir-Rajab 1433 H

Contoh LPJ Ramadhan 1434 H


A.    PENDAHULUAN
ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta innayah-Nya kepada kita semua sehingga sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk bisa menikmati apa yang telah diciptakan dan senantiasa berusaha menjalakan perintah-Nya. Shalawat dan salam senantiasa tercurah pada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya  termasuk kita semua yang Insya Allah tetap istiqomah menanti syafa’atnya sampai akhir zaman. Aamiin
Syukur Alhamdulillah Panitia Ramadhan 1434 H Masjid Al Musyaahadah Jogonalan Kidul telah dapat menyelesaikan  tugas beserta  Laporan Pertanggung-Jawaban Pelaksanaan Kegiatan Ramadhan Tahun 1434 H/2013 M  dengan lancar dan tertib tanpa ada halangan sedikitpun.
Laporan pertanggung jawaban ini adalah sebuah refeleksi dari apa yang telah dipercayakan kepada Tim Panitia dalam mengemban amanah untuk melaksanakan tugas menjadi Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul.
Pada kesempatan yang berbahagia ini pula Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul, mengucapkan terima kasih atas bantuan baik berupa materiil  maupun moril kepada :
1.      Ketua Takmir Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul
2.      Pengurus Takmir Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul
3.      Remaja Islam Jogonalan Kidul (RIJKI)
4.      Seluruh Umat Islam / Jamaah Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul
Dalam kepengurusan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H, tentunya kami masih banyak melakukan dan memiliki Kekurangan dan Kesalahan. Kami berharap semoga kekurangan dan kesalahan tersebut bisa diperbaiki dan dapat menjadi pembelajaran yang berarti dalam memajukan dan  mengembangkan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dimasa mendatang. Aamiin.
Selanjutnya, untuk mengetahui Laporan Pertanggung-Jawaban Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah lebih lengkapnya, kami kelompokkan penulisan setiap sub Pembahasan antara lain:
  1. Pendahuluan
  2. Susunan Kepanitiaan PGBR 1434 H
  3. Tujuan  dan Sasaran Kegiatan
  4. Jadwal kegiatan /Program Kerja Ramadhan 1434 H
  5. Laporan biaya Operasional PGBR 1434 H
  6. Evaluasi PGBR 1434 H dan Rencana Kepanitian PGBR 1435 H.
  7. Penutup
  8. Lampiran-lampiran
Atas nama segenap Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H / 2013 M Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul, kami mengucapkan terima kasih, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Aamiin







Anjar Gigih Dewanto
Ketua
Yogyakarta,  7 September  2013

Panitia PGBR  1434 H




Astari Dewi Nur Setiowati
                                Sekretaris

Mengetahui,

Ketua I
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah



Aris Arifudin
Ketua II
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah



Muhammad Adab
Ketua III
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah

  

Suhadi

                             

B.     SUSUNAN PANITIA PGBR 1434 H/ 2013 M

Penanggung Jawab   : Bapak Aris Arifudin
Ketua                          : Sdr. Anjar Gigih Dewanto
Wakil                          : Sdr. Tri Akhir Wibowo
Sekretaris                   : Sdri. Astrid
Bendaahara               : Bapak H. Sarwidi
Humas                        : Humas RIJKI
Seksi-seksi                  :
No.
Divisi / Seksi
Penanggung Jawab
Keterangan
1.
Perlengkapan
a.
Sdr. Satria Atamdja
Koordinator
b.
Bapak Purno Ismoyo




2.
Penghubung Guru
a.
Sdr. Angga RT.05
Koordinator
b.
Sdr. Aan RT.06

c.
Sdr. Drajad RT.02

d.
Sdr. Fauzan RT.06




3.
Tarbiyatul Athfal (TA)
a.
Sdr. Ivan RT.05
Koordinator
b.
Sdr. Rismanto

c.
Sdr. Andre RT.03

d.
Sdri. Ayu

e.
Sdri. Weni

f.
Sdri. Bella

g.
Sdri. Lala

h.
Sdri. Ferra




4.
Takjilan
a.
Ibu Hj. Sutatatik
Koordinator
b.
Ibu Hj. Murjimakir

c.
Ibu Hj. Triningsih

d.
Ibu Mei Aris

e.
Ibu Siswo Sumarto

f.
Ibu Suparmin

g.
Ibu Endang Lestari




5.
Zakat
a.
Bapak Suparmin
Koordinator
b.
Sdr. Baskoro




6.
Syawalan
a.
Bapak H. Sutarno
Koordinator
b.
Bapak Slamet Raharjo




7.
Pembantu Umum
a.
Bapak Ponijo
Koordinator
b.
Sdr. Niti Wanggono

c.
Sdr. Aditama

d.
Sdr. Asrofi

Dengan Job Description/Uraian Kerja  sebagai berikut :
Ø  Ketua
  • Bertugas mengkonsolidasi, membuat perencanaan serta mengontrol kerja dari seluruh tim/panitia
  • Bertanggung jawab atas semua kegiatan PGBR 1434 H
  • Memimpin, merencanakan dan memutuskan rapat /musyawarah
  • Mengevaluasi dan mengambil kebijakan untuk program kerja PGBR 1433 H
  • Bersama Panitia inti membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ)
Ø  Wakil Ketua
  • Merencanakan konsep segala kegiatan Ramadhan 1434 H baik reguler maupun insidentil
  • Mendampingi  ketua dalam semua kegiatan
  • Bersama Ketua turut serta mengawasi serta mengontrol jalannya program kerja PGBR 1434 H
  • Memimpin Rapat apabila Ketua berhalangan hadir.
Ø  Sekretaris
  • Membuat sekaligus mengelola surat-menyurat baik arsip, undangan, surat permohonan, proposal, dan lainnya yang berkaitan dengan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan
  • Membuat notulen hasil setiap rapat
  • Membuat daftar hadir /presensi kehadiran rapat
  • Bersama Ketua dan tim Panitia membuat Laporan Pertanggung JawabaN 
Ø  Bendahara
  • Pemegang kas keuangan utama  Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H
  • Mengelola dan mengatur keluar masuk keuangan selama kegiatan bulan Ramadhan berlangsung
  • Mengkoordinir untuk mencatat hasil  Infak selama Ramadhan 1434 H
  • Memberikan laporan dalam bentuk tertulis tentang saldo awal, keluar-masuk, dan saldo akhir kas di Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H.
Ø  Sie Humas
·         Sebagai media informasi baik internal maupun eksternal
·         Mengedarkan surat, undangan dan menyebarkan informasi terkait

Ø  Sie penghubung Guru/Ustadz
  • Menghubungi dan mengkonfirmasi jadwal guru/Ustadz pengisi pengajian ba’da Subuh, Isya, dan Takjilan
  • Mencari cadangan guru/pemateri
  • Menjemput Guru/Ustadz bilamana diperlukan
Ø  Sie Perlengkapan
  • Mengadakan kerja bakti
  • Menyiapkan peralatan setiap ada kegiatan selama Ramadhan
  • Menyediakan konsumsi saat kerja bakti, rapat, dan kegiatan lainnya sesuai keputusan rapat
·         Sie Tarbiyatul Athfal (TA)
·         Menjadi pengurus/panitia  Tarbiyatul Athfal (RIJKI)
·         Menjadi MC/pembawa acara pengajian ba’da subuh dan isya
·         Menjadi petugas piket Takjilan dan Tarawih Anak-anak
·         Bertanggung jawab akan kegiatan Tarbiyatul Athfal untuk membimbing anak-anak dan Remaja Islam Jogonalan Kidul Selama Ramadhan
·         Menjadi panitia Takbiran Idul Fitri
·         Selalu menjaga kebersihan saat piket/tugas

Ø  Sie Takjilan
·         Mencari donatur Penakjil di Masjid Al Musyahadah pada saat Ramadhan
·         Mengadakan Semaan Al-Quran dan Iqro
·         Menyiapkan konsumsi untuk takbiran anak-anak maupun Jamaah saat takbiran di Masjid Al Musyahadah

Ø  Sie zakat
·         Mengelola hasil zakat yang diperoleh dari warga/jama’ah
·         Membuat jadwal petugas piket penjaga penerima Zakat
·         Mengkoordinir dalam pengaturan pembagian Zakat
·         Menyiapkan peralatan dan keperluan yang terkait dengan kegiatan Zakat
·         Bekerjasama dengan ketua RT setempat untuk mempermudah pendataan penerima zakat

Ø  Sie Pembantu Umum
·         Melaksanakan pendataan/Inventarisasi barang/alat yang dibutuhkan sebelum dan sesudah kegiatan Bulan Ramadhan 1434 H
·         Melakukan perawatan barang-barang inventaris
  • Melakukan pengawasan setiap ada peminjaman peralatan di Masjid
·         Mengecek segala kebutuhan panitia atau petugas piket selama Ramadhan

Ø  Sie Syawalan
·         Mengkoordinir penuh seluruh rangkaian acara syawalan ba’da Sholat Ied
·         Memberitahukan kepada seluruh Ketua RT untuk menjadi Panitia Syawalan di Masjid AL Musyahadah sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan
·         Memberikan Arahan teknis kepada panitia saat syawalan


  1. TUJUAN  DAN SASARAN KEGIATAN
TUJUAN KEGIATAN
1.      Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2.      Sebagai sarana Dakwah Islam dan menambah pengetahuan tentang Islam.
3.      Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) antar Jama’ah Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
4.      Menyemarakkan kegiatan Islami untuk selalu mengedepankan Fastabiqul Khairat

SASARAN / TARGET KEGIATAN
  1. Seluruh Jama’ah  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  2. Remaja Islam Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  3. Anak-anak Islam  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  1. JADWAL KEGIATAN /PROGRAM KERJA RAMADHAN 1434 H
NO.
TANGGAL
TEMPAT
ACARA
1
26 Mei 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
2
29 Mei 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat I Pembentukan PGBR 1434 H
3
2 Juni 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
4
04 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat I Pembentukan Panitia TA 1434 H
5
10 Juni 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
6
16 Juni 2013
Bapak Muh. Adab
Pengajian Menyongsong Bulan Ramadhan Anak-anak
7
16 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat Pembentukan Materi Ta'jilan dan Jadwal piket
8
16 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Pelatihan Adzan
9
21 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat II TA dan PGBR RIJKI
10
23 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Pelatihan Adzan
11
27 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat II PGBR 1434 H
12
30 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Kerja Bakti Persiapan Ramadhan
13
30 Juni 2013
Bapak Muh. Adab
Kerja Bakti Persiapan Ramadhan Untuk Anak-anak
14
5 Juli 2013
Masjid Al-Musyahadah
MDA Trainning (Management Dar El-Akhirat)
15
7 Juli 2013
Masjid Al-Musyahadah
Kerja Bakti Tempat Tarawih Anak-Anak
16
7 Juli 2013
Sekretariat Masjid Al-Musyahadah
Evaluasi Hasil Pelatihan MC dan Adzan
17
7 Agustus 2013
Masjid Al-Musyahadah
Takbiran
18
8 Agustus 2013
Masjid Al-Musyahadah
Syawalan
19
20 September 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat LPJ PGBR 1434 H

Adapun untuk laporan kegiatan PGBR 1434 H terdapat beberapa kategori kegiatan yaitu;
  1. Bapak/Ibu/Pemuda-Pemudi
·         Pengajian menjelang buka puasa (Takjilan) di Masjid Al-Musyahadah
·         Sholat Tarawih bersama dan Pengajian/Kultum Ba’da Sholat Isya’
·         Tadarus Al-Qur’an ba’da Sholat Tarawih di Masjid Al-Musyahadah
  1. Remaja (RIJKI) dan Anak-Anak (Tarbiyatul Athfal)
·         Pengajian menjelang buka puasa (Takjilan) di MIM Jogonalan Kidul
·         Sholat Tarawih bersama dan Pengajian/Kultum Ba’da Sholat Tarawih bertempat di rumah Bapak Muh. Adab RT.02
·         Tadarus Al-Qur’an/IQRO’ ba’da Tarawih di Masjid Al-Musyahadah
Kegiatan diatas merupakan garis besar yang telah dilaksanakan oleh Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H. Maka dari itu untuk lebih jelas akan seluruh kegitan yang telah dilaksanakan oleh PGBR 1434 H, kami melampirkan dokumentasi berupa foto-foto kegiatan khususnya dari divisi Tarbiyatul Athfal (TA) yang terlampir pada Laporan Pertanggung-Jawaban (LPJ) PGBR 1434 H ini.

E.      LAPORAN BIAYA OPERASIONAL PGBR 1434 H

1.         Pemasukan:
NO
URAIAN
 NOMINAL
1
Saldo 1433 H
 Rp   7,940,935.00
2
Jasa Ued
 Rp      864,550.00
3
Pengajian Istiqomah Rt 05
 Rp      300,000.00
4
Infak
 Rp   7,135,200.00

Total
 Rp 16,240,685.00
2.         Pengeluaran
NO
URAIAN
 NOMINAL
1
Administrasi
 Rp       497,200.00
2
Perlengkapan (Satria)
 Rp    2,200,000.00
3
Ta (Tarbiyatul Athfal)
 Rp    2,000,000.00
4
Kanopi
 Rp    1,000,000.00
5
Seragam Kaos Pgbr 1434 H
 Rp    1,200,000.00
6
Subsidi Takbiran
 Rp       204,000.00

Total
 Rp    7,101,200.00
Saldo (Total Pemasukan-Total Pengeluaran)
 Rp    9,139,485.00

Rincian penggunaan biaya/dana PGBR 1434 H adalah sebagai berikut:
NO.
TANGGAL
DIVISI/SIE
URAIAN

NOMINAL




Rp.


























  1. EVALUASI PGBR 1434 H
Dalam Panitia Gerakan Bulan Ramadhan Masjid Al-Musyaahadah tahun ini, telah disepakati bersama untuk mengaplikasikan/mempraktekan secara langsung tentang acara kepemimpinan (Leadership) yang dimana pada kesempatan kali ini secara bersamaan dari Organisasi RIJKI dalam fase pembaharuan kepengurusan. Oleh karena itu kegiatan kepemimpinan (Leadership) cukup berguna sebagai media/ajang membentuk generasi/karakter Remaja Islam Jogonalan Kidul bisa menjadi pemimpin/koordinator yang bertanggung jawab akan amanah mulia khususnya di Kepengurusan Organisasi Keagamaan (Rohis) RIJKI Masjid Al-Musyaahadah di Jogonalan Kidul. Hal tersebut juga dapat mempermudah untuk bahan evaluasi pada Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434H agar kepanitiaan dimasa yang akan datang bisa lebih baik.
1.   Panitia Inti
·         Panitia inti belum maksimal melaksanakan tugas sesuai peran/jabatannya.
·         Panitia inti masih sering merangkap tugas saat pelaksanaan di lapangan.
·         Tidak adanya buku presensi tugas tiap divisi khususnya dalam kepanitiaan inti, sehingga tidak bisa melaporkan secara rinci tugas dan peran dari yang bersangkutan.

2.   Bidang Per seksi
Ø  Sie Perlengkapan :
·         Belum maksimal dalam membuat administrasi pembukuan, sehingga khusunya laporan keuangan masih belum rapi.
Ø  Sie Penghubung Guru:
·         Kurang menjalin komunikasi, sehingga petugas yang bersangkutan justru saling tumpang tindih saat mengkonfirmasi Ustadz/Guru
Ø  Sie Tarbiyatul Athfal (TA):
·         Petugas/Panitia TA khusunya yang putra belum mengenakan peci, sehingga kurang terlihat Islami.
·         Petugas piket takjilan masih kurang bertanggung jawab dengan tugasnya.
·         Kerjasama masing-masing petugas piket  kurang kompak.
·         Minimnya imam & guru/penceramah kultum  sholat tarawih.
·         Belum memiliki keberanian untuk mengundang ustadz/guru dari luar RIJKI.

Ø  Sie Zakat Fitrah dan Maal:
·         Petugas Piket Zakat Fitrah belum bisa hadir tepat waktu.

Ø  Sie Pembantu Umum (Rumah Tangga):
·         Masih ada beberapa alat inventaris di Masjid Al-Musyaahadah yang kurang saat pelaksanaan Ramadhan 1434 H

  1. PENUTUP
·            Kesimpulan
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, kami Panitia Ramadhan Masjid Al-Musyaahadah dapat melaksanakan program kerja Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul. Hambatan pasti ada, namun dengan adanya berbagai hambatan yang dihadapai akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang menjadi pelajaran yang bermanfaat di Kepanitiaan masa mendatang.   
·               Saran
Tanggung jawab, disipilin waktu dan saling mempererat ukhuwah dari setiap panitia akan lebih memperlancar dan mempermudah kerja. Persiapan yang matang dan koordinasi yang baik akan membuat kegiatan dilaksanakan dengan maksimal dan meminimalkan kesalahan selama pelaksanaan kegiatan. Serta niat yang baik untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan dengan hati yang ikhlas dari setiap panitia akan membuat kegiatan lebih bermanfaat dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Amin .